Catatan Kuratorial
Bentang Karya Seni Rupa Dewan Kesenian Riau 2009
Oleh: Masteven Romus
Langit sesuatu yang diatas, luas, sesuatu yang dapat dilihat dari mana saja, biru menbatasi kejahuan yang dapat dicapai manusia. Bumi, sebuah pijakan, dimana manusia menjejakan tubuh dan hasratnya untuk memandang ketinggian. Gapaian – gapaiannya menjadi butiran keberadaan dan sejarah manusia. Bentang Karya Seni Rupa Dewan Kesenian Riau 2009 bertajuk “ Membangun Lagit” Menyadari Visi Kolektif sebagai upaya mengamati dan mencermati gapaian-gapaian manusia akan ketinggian dan menjadikannya pijakan, sebagai suatu tempat beranjak dan kembali. Seniman sebagai creator menjadi pusat gapaian-gapaian itu. Bentang karya-karya membeberkan kepada kita gapaian-gapaian tersebut.
Dialetika Peristiwa
Krisis budaya yang dialami bangsa Indonesia menggejala dan berakar pada dimensi-dimensi intelektual, moral, dan spiritual sehingga bangsa ini kehilangan jati dirinya dan kehilangan arah. Kapitalisme, hedonisme, dan pragmatisme eksploitatif menjadi pilihan sikap individu yang mengubur kepahlawanan. Krisis ini yang membawa dampak krisis multidimensi, mulai dari krisis ekonomi, politik, energi, pendidikan dan berbagai krisis lainya. Banyak persoalan-persoalan bangsa ini yang bersifat urgen tetapi disikapi sebagai pengurusan kepentingan-kepentingan pribadi dan kelompok. Isu-isu sara menjadi subur dimana-mana. Para politikus menjadi raja- raja yang angkuh, para birokrat menjadi menjadi para penjilat yang rakus dan malas, kebohongan public menjadi santapan rohani. Bangsa ini semankin terpuruk, tidak memiliki harga diri, leceh Apakah Indonesia sudah tidak memiliki langit?
Wajahku 2009
Ukuran 150 cm x 200 cm
Media Akrelik di Kanvas 2009
Di Lukis Oleh : M. Rasyid T Allak
Konsep Karya: Kita adalah mahluk yang diciptakan penuh dengan keterbatasan oleh karna itulah kita hanya dapat berusaha untuk dapat menutupi (Topeng) disetiap kelemahan kelemahan-kelemahan yang ada pada diri kita, jika kita dapat menutupi setiap kelemahan-kelemahan tersebut maka bias jadi kita tercatat atau tidak tercatat kan menjadi [Pahlawan]. Itulah wajahku 2009 dengan penuh ketidak percayaan, sehingga aku bingung sendiri dan akhirnya kubiarkan sangwaktu yang kan menjawabnya dalam kebenaran sang penciptan_Nya…
Sabtu, 03 April 2010
Langganan:
Postingan (Atom)
